Kenapa Laki-Laki Berlari Kecil Saat Sa’i, tetapi Perempuan Tidak?

Kategori : Umrah, Ditulis pada : 17 Oktober 2026, 10:48:53

Saat menjalankan ibadah sa’i di Masjidil Haram, ada satu hal yang mungkin membuat jamaah bertanya-tanya: mengapa laki-laki berlari kecil ketika melewati lampu hijau, sementara perempuan tetap berjalan biasa?

Perbedaan ini bukan sekadar aturan pergerakan. Ada tuntunan ibadah dan kisah keteguhan Siti Hajar yang melatarbelakanginya.

Apa Arti Lampu Hijau di Jalur Sa’i?

Lampu hijau menandai area tertentu di antara Safa dan Marwah tempat jamaah laki-laki disunnahkan melakukan ramal, yaitu berjalan cepat atau berlari kecil.

Sementara itu, jamaah perempuan cukup berjalan seperti biasa. Ketentuan ini merupakan bagian dari tuntunan pelaksanaan sa’i yang dijelaskan dalam panduan manasik haji dan umrah Kementerian Agama RI.

Jadi, tidak perlu berlari sepanjang lintasan. Berlari kecil hanya dilakukan saat melewati area yang ditandai lampu hijau.

Berawal dari Perjuangan Siti Hajar Mencari Air

Di balik amalan ini, terdapat kisah Siti Hajar yang berusaha mencari pertolongan untuk putranya, Nabi Ismail AS, ketika mereka berada di lembah Makkah.

Dalam keadaan sulit, Siti Hajar berulang kali berjalan antara Bukit Safa dan Marwah demi mencari air. Beliau terus berikhtiar meskipun pertolongan belum terlihat.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa usaha dan harapan kepada Allah berjalan beriringan. Seseorang tidak hanya berdoa, tetapi juga terus melakukan apa yang mampu diusahakannya.

Safa dan Marwah Bukan Sekadar Lintasan

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 158 bahwa Safa dan Marwah termasuk syiar Allah.

Karena itu, sa’i bukan sekadar berjalan bolak-balik. Ibadah ini mengingatkan jamaah tentang ketekunan, ketaatan, dan tawakal dalam menghadapi kesulitan.

Pelaksanaannya dilakukan sebanyak tujuh kali perjalanan, dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah. Satu perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu kali, begitu pula perjalanan kembali dari Marwah ke Safa.

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Sa’i?

Agar ibadah berjalan sesuai tuntunan, jamaah perlu mengingat beberapa hal berikut:

  • Mulai sa’i dari Safa dan akhiri di Marwah.

  • Sempurnakan tujuh kali perjalanan.

  • Laki-laki berlari kecil di area lampu hijau, sedangkan perempuan berjalan biasa.

  • Jaga jarak dan jangan mendorong jamaah lain ketika lintasan padat.

  • Manfaatkan perjalanan untuk berzikir dan berdoa.

Jangan memaksakan kecepatan jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Utamakan keselamatan dan ikuti arahan pembimbing ibadah.

Terus Berikhtiar, Lalu Bertawakal

Kisah Siti Hajar mengajarkan bahwa pertolongan Allah tidak selalu datang ketika kita mengharapkannya. Namun, kesulitan bukan alasan untuk berhenti berusaha.

Saat menjalani sa’i, setiap langkah dapat menjadi pengingat untuk terus berikhtiar, memperbanyak doa, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Semoga Allah menerima ibadah kita dan memudahkan setiap langkah menuju rida-Nya.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id